Hunian dan kontrak
📝

Biaya broker properti Korea: batas jual dan sewa versus biaya yang disepakati

Hitung ambang nilai sewa dan biaya penjualan KRW 700 000 000 dengan memisahkan negosiasi, yurisdiksi, batas nominal, PPN, dan bukti bayar.

Biaya broker properti Korea: batas jual dan sewa versus biaya yang disepakati
Hitung nilai transaksi dan tarif tanpa melampaui batas persentase maupun nominal yang ditetapkan hukum. Batas atas bukan harga tetap wajib. Pisahkan biaya kesepakatan, PPN, dan pengeluaran sebelum menandatangani.

Mendengar biaya broker pertama kali tepat sebelum tanda tangan menyisakan sedikit waktu pemeriksaan. Kenali jenis properti, yurisdiksi, nilai transaksi, dan tabel tarif sebelumnya. Contoh memakai jadwal hunian resmi Seoul; wilayah serta jenis lain membutuhkan aturan yang berlaku pada tanggal kontrak.

Perumahan untuk panduan biaya broker

Bagaimana menentukan jenis dan yurisdiksi?

Rumah, officetel yang memenuhi syarat, dan properti lain tidak semuanya memakai tabel sama. Periksa registrasi bangunan, luas, dan persyaratan, bukan nama saja. Minta broker menuliskan kategori serta dasarnya.

Jika lokasi properti dan kantor berbeda yurisdiksi, aturan merujuk peraturan lokasi kantor broker. Jangan langsung memilih tabel lokasi rumah. Lihat penjelasan biaya Easy Law dan Pasal 20 peraturan pelaksana.

Apakah nilai sewa bulanan hanya uang jaminan?

Untuk penjualan, mulai dari harga jual; untuk sewa hanya jaminan, dari jaminan itu. Kontrak jaminan plus sewa bulanan pertama memakai jaminan+sewa bulanan×100. Hanya jika hasilnya di bawah KRW 50 000 000, hitung ulang jaminan+sewa bulanan×70. Pengali bukan pilihan bebas.

Jaminan / sewa hipotetisHitungan pertamaNilai berlaku
KRW 30 000 000 / KRW 800 00030 000 000+800 000×100=110 000 000KRW 110 000 000
KRW 10 000 000 / KRW 300 00010 000 000+300 000×100=40 000 000KRW 31 000 000 setelah ×70
KRW 20 000 000 / KRW 300 00020 000 000+300 000×100=50 000 000Tetap KRW 50 000 000

Tepat KRW 50 000 000 tidak di bawah ambang, sehingga contoh terakhir tetap ×100. Nilai transaksi salah juga bisa memilih rentang tarif dan batas yang salah.

Bagaimana memakai batas tarif dan nominal bersama?

Jadwal broker hunian resmi Seoul menunjukkan batas penjualan 0.4% dari KRW 200 000 000 hingga di bawah KRW 900 000 000, serta 0.5% dengan batas KRW 200 000 untuk sewa di bawah KRW 50 000 000. Contoh berikut memakai tabel itu; periksa tanggal berlaku dan peraturan saat ini sebelum transaksi.

Penjualan KRW 700 000 000 memiliki batas 700 000 000×0.004=2 800 000 won. Jika sepakat 0.35%, hasil 700 000 000×0.0035=2 450 000. Selisih KRW 350 000 adalah hasil negosiasi hipotetis, bukan diskon hukum otomatis.

Untuk nilai sewa KRW 31 000 000, 31 000 000×0.005=155 000 won. Di bawah batas KRW 200 000, sehingga batas biaya KRW 155 000. Nilai KRW 45 000 000 di rentang sama menghasilkan KRW 225 000, tetapi batas nominal menurunkannya ke KRW 200 000. Periksa keduanya.

Apa yang dicatat untuk PPN, pengeluaran, dan pembayaran?

Pisahkan biaya sebelum PPN, PPN, pengeluaran nyata, dan total. Jangan menganggap setiap kantor menambah 10% dengan cara sama. Periksa status pajak usaha dan kuitansi. Jika transaksi menerapkan PPN 10% terpisah pada KRW 2 450 000, pajak KRW 245 000 dan total KRW 2 695 000. Ini aritmetika bersyarat, bukan aturan faktur universal.

Simpan biaya yang disepakati dan tanggal pembayaran dalam pesan atau dokumen pemeriksaan/penjelasan properti. Untuk pengeluaran terpisah, tanyakan pemeriksaan atau pekerjaan apa yang menimbulkannya dan minta bukti. Apakah biaya tetap harus dibayar setelah pembatalan bisa bergantung pada alasan, kesengajaan atau kelalaian broker, serta keadaan lain.

Cara praktis: minta empat baris, bukan satu total

“Biaya KRW 2 700 000” tidak menjelaskan tarif negosiasi atau sudah termasuk PPN. Empat baris—nilai KRW 700 000 000, tarif 0.35%, biaya KRW 2 450 000, PPN KRW 245 000—membuat hitungan terlacak. Tambahkan pengeluaran terpisah dan jatuh tempo. Simpan kontrak, penjelasan, transfer, dan kuitansi bersama agar sengketa tidak mengandalkan ingatan.

Pertanyaan umum

Q. Apakah wajib membayar tarif maksimum?

Tidak. Sepakati dalam rentang hukum. Pastikan tarif, jumlah akhir, dan perlakuan PPN sebelum tanda tangan.

Q. Bagaimana jika hitungan ×100 tepat KRW 50 000 000?

Jangan hitung ulang ×70 karena tidak berada di bawah ambang. Periksa rentang batas dan nominal yang benar.

Q. Tabel mana jika properti berada di yurisdiksi lain?

Periksa aturan lokasi kantor broker. Jangan memilih hanya dari alamat properti; mintalah dasar hukumnya.

Q. Apakah officetel memakai tabel penjualan rumah?

Tidak otomatis. Luas dan fasilitas dapat menentukan kategori berbeda. Periksa registrasi bangunan dan aturan pelaksana.

Q. Apakah dua broker berarti biaya ganda?

Tidak otomatis. Bandingkan hubungan klien, kesepakatan dan batas, serta periksa dokumen untuk biaya berulang.

Q. Apakah semua pembayaran broker dapat mengurangi pajak?

Perlakuan bergantung pada tujuan transaksi dan keadaan pajak pribadi. Jangan mengurangi anggaran dengan asumsi itu; simpan bukti dan periksa terpisah.

Estimasi satu baris sebelum kontrak

Tulis di kontrak atau dokumen jenis properti | yurisdiksi dan dasar hukum | rumus transaksi | tarif dan batas | harga yang disepakati | termasuk PPN? | biaya dan bukti | tanggal pembayaran. Walau memakai tabel Seoul saat ini, hitung ulang menurut wilayah, tanggal kontrak, syarat officetel, dan status pajak. Periksa dahulu apakah deposit+sewa×100 kurang dari 50 juta won.

Terkait