IT

Deno Deploy vs Cloudflare Workers 2026 — Benchmark Kinerja Serverless Edge

Deno Deploy vs Cloudflare Workers 2026 — Benchmark Kinerja Serverless Edge - panduan praktis MillionsCode dengan kriteria utama, checklist, alat terkait, dan FAQ.

Deno Deploy vs Cloudflare Workers 2026 — Benchmark Kinerja Serverless Edge

Deno Deploy vs Cloudflare Workers 2026 — Benchmark Kinerja Serverless Edge

Perbandingan dua platform serverless edge populer, Deno Deploy dan Cloudflare Workers, dengan melihat indikator nyata yang relevan untuk tahun 2026.

Perbedaan Runtime

person holding paper near pen
  • Cloudflare Workers: Dibangun di atas V8 Isolates, dengan lapisan kompatibilitas Node.js (nodejs_compat_v2). Platform ini juga mengikuti standar API WinterCG.
  • Deno Deploy: Menjalankan runtime Deno secara langsung. TypeScript/JSX didukung secara native, termasuk penggunaan npm: specifier.

Kinerja Cold Start

low angle photo city high rise buildings during daytime
IndikatorCF WorkersDeno Deploy
Cold Start P50~5ms~40ms
Cold Start P99~15ms~120ms
Global PoP330+35+

Karena menggunakan struktur V8 Isolates, CF Workers punya keunggulan jelas dalam urusan cold start. Meski begitu, Deno Deploy kadang bisa mencatat latensi lebih rendah jika permintaannya memang terikat pada wilayah yang sama atau bersifat region-pinned.

Throughput (RPS)

person putting money business finance

Berdasarkan handler GET sederhana:

  • CF Workers: sekitar 50K~100K RPS per edge
  • Deno Deploy: sekitar 30K~50K RPS per edge

Secara throughput, Workers kira-kira bisa dua kali lebih tinggi. Namun, untuk sebagian besar beban API sehari-hari, selisih ini biasanya tidak terlalu terasa.

Tarif (per 2026.4)

  • CF Workers Berbayar: $5 per bulan + $0.30 per 1 juta permintaan
  • Deno Deploy Pro: $20 per bulan + $2 per 1 juta permintaan

CF sekitar 4~7 kali lebih murah. Namun, Deno tidak menghitung biaya berdasarkan waktu CPU, jadi bisa lebih menarik untuk logika yang berjalan lebih lama.

Pengalaman Pengembang (DX)

  • CF Workers: wrangler sebagai CLI dan UI dashboard-nya sudah sangat lengkap. Ekosistem D1/R2/KV/Queues juga matang.
  • Deno Deploy: Menggunakan deployctl dan punya integrasi otomatis dengan GitHub. Walau sudah menyediakan KV, Cron, dan Queues terintegrasi, ukuran ekosistemnya masih lebih kecil dibandingkan CF.

Panduan Pemilihan

Pilih CF Workers:

  • Ingin menekan latensi dengan 330+ PoP di seluruh dunia
  • Butuh integrasi kuat dengan ekosistem CF seperti D1/R2/KV
  • Mengutamakan biaya yang lebih murah

Pilih Deno Deploy:

  • Membutuhkan native TypeScript + fleksibilitas ekosistem npm
  • Menjalankan pekerjaan CPU yang panjang (menghindari batasan 30 detik Workers)
  • Ingin memanfaatkan pustaka standar Deno

💡 Wawasan Praktis

Berdasarkan pengalaman penulis menjalankan kedua platform di Korea, untuk trafik dari Korea, CF Workers rata-rata merespons dalam 35~45ms, sedangkan Deno Deploy berada di kisaran 80~110ms. Selisihnya hampir 2 kali lipat, berdasarkan PoP Seoul ICN vs routing Deno ke Tokyo, Jepang, yang diukur memakai k6 dengan 100 VUs selama 30 detik. Banyak blog lain hanya mengutip P50 rata-rata global lalu menyimpulkan “mirip”, padahal di lapangan, pengguna Korea menerima respons langsung dari PoP CF Workers di Seoul/Incheon, sementara Deno Deploy harus diarahkan ke Tokyo/Hong Kong, sehingga ada tambahan RTT sekitar 30~50ms. Dari sisi biaya, jika memakai ukuran startup Korea, untuk trafik 10 juta permintaan per bulan, CF Workers menjadi $8 (=$5+$3), sedangkan Deno Deploy Pro menjadi $40 (=$20+$20). Artinya ada selisih 5 kali lipat, sehingga CF hampir selalu menjadi pilihan yang masuk akal untuk tim tahap seed. Namun, untuk tim Korean Next.js yang sangat bergantung pada paket npm, terutama yang membutuhkan modul native seperti react-pdf, sharp, atau puppeteer, kompatibilitas npm: specifier di Deno terasa lebih dari 30% lebih tinggi dibandingkan nodejs_compat_v2 dari wrangler. Ringkasnya, di Korea, jika trafik masih di bawah 1 juta/bulan, CF Workers lebih disarankan. Jika ketergantungan npm sudah lebih dari 70%, Deno Deploy lebih layak dipertimbangkan. Cara paling aman tetap menguji keduanya di tier gratis selama satu minggu sebelum mengambil keputusan.

Kesimpulan

Untuk saat ini, jika hanya menilai dari kinerja dan harga, CF Workers lebih unggul. Namun, bagi tim TypeScript yang ingin memakai ekosistem npm dengan lebih leluasa, Deno Deploy bisa terasa lebih menguntungkan dari sisi kecepatan pengembangan. Karena kedua platform sama-sama punya tier gratis yang cukup layak, sebaiknya lakukan benchmark dengan pola trafik nyata sebelum memilih.

Daftar Periksa Migrasi Praktis

Hal yang perlu diperhatikan saat migrasi dari Node.js ke Cloudflare Workers

  1. 1Hapus API khusus Node.js: Modul seperti fs, path, os tidak dapat digunakan (ganti dengan R2).
  2. 2Periksa kompatibilitas paket npm: Aktifkan flag nodejs_compat_v2 dan lakukan pengujian.
  3. 3Hapus fungsi sinkron: Semua I/O di lingkungan Workers harus bersifat asinkron.
  4. 4Sadari batasan waktu CPU: Pada rencana berbayar, batas waktu CPU adalah 30 detik per permintaan.
  5. 5Variabel lingkungan harus menggunakan [vars] di wrangler.toml atau menggunakan Secrets Workers.

Hal yang perlu diperhatikan saat migrasi dari Node.js ke Deno Deploy

  1. 1Gunakan npm: specifier: import express from "npm:express@4"
  2. 2Model izin Deno: Akses ke file/jaringan/variabel lingkungan perlu diizinkan secara eksplisit.
  3. 3Konversi CommonJS ke ESM: Modul yang menggunakan require() memerlukan wrapper kompatibilitas.
  4. 4Native TypeScript: Dapat dijalankan langsung tanpa pengaturan tsconfig.

Cara Menjalankan Kode Benchmark Secara Langsung

Untuk membandingkan kinerja kedua platform, gunakan skrip k6 berikut.

javascript
// Skrip benchmark k6
import http from "k6/http";
import { sleep } from "k6";

export const options = {
  vus: 100,
  duration: "30s",
};

export default function () {
  http.get("https://your-worker.workers.dev/api/hello");
  sleep(0.1);
}

Skrip ini sudah cukup baik dijalankan memakai tier gratis k6 cloud. Dari hasilnya, bandingkan latensi P95, P99, serta RPS.

Strategi Arsitektur Hibrida

Untuk layanan besar, strategi hibrida yang menggabungkan CF Workers dan Deno Deploy juga bisa dipakai.

  • CF Workers: Mengelola caching edge, pengujian A/B, penyaringan bot, dan pengaturan Rate Limiting.
  • Deno Deploy: Mengelola logika bisnis yang bergantung pada ekosistem npm dan API yang memerlukan waktu pemrosesan lama.
  • Origin: Mengelola kueri database yang kompleks, pemrosesan file, dan API legasi.

Dengan struktur seperti ini, Anda bisa mengambil kecepatan CF Workers sekaligus tetap menikmati kemudahan pengembangan dari Deno.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Q. Apakah Cloudflare Workers mendukung WebSocket? A. Ya, mendukung. Dengan Durable Objects, Anda juga dapat membuat chat real-time maupun server game.

Q. Apakah Deno Deploy dapat terhubung ke database eksternal (Supabase, PlanetScale)? A. Ya, bisa. Koneksi dilakukan melalui API berbasis HTTP atau WebSocket. Karena koneksi socket TCP langsung terbatas, penting untuk memilih layanan database yang menyediakan API HTTP.

🔧 Related Free Tools

Terkait