IT
🌐

Panduan Lengkap Pengaturan DNS — Perbedaan A Record dan CNAME hingga Pengaturan Praktis

USD/JPY分散は、為替急変局面で一方通貨の過大シェアを防ぎ、月次の再バランスと上限規則で感情的な一括投資を抑える実践設計です。

Panduan Lengkap Pengaturan DNS — Perbedaan A Record dan CNAME hingga Pengaturan Praktis

Ringkasan Utama

person holding paper near pen
  • A Record: Menghubungkan domain → IP address secara langsung (yang paling dasar)
  • CNAME: Menghubungkan domain → alias ke domain lain (biasanya digunakan untuk subdomain)
  • MX Record: Menentukan server penerima email
  • TTL: Waktu pemeliharaan cache record (semakin pendek, semakin cepat perubahan diterapkan)

Jika dijelaskan dalam satu kalimat, DNS itu adalah

low angle photo city high rise buildings during daytime

DNS (Domain Name System) adalah buku telepon internet yang mengubah nama domain yang dapat dibaca manusia (misalnya: millionscode.com) menjadi alamat IP yang dapat dipahami komputer (misalnya: 104.21.32.55).

Ketika Anda memasukkan URL di browser, pada saat itu juga DNS server akan ditanya, "Apa alamat IP untuk domain ini?" dan mengakses server yang sebenarnya dengan IP yang diterima. Proses ini biasanya selesai dalam waktu puluhan milidetik.

Jenis-jenis Record DNS yang Lengkap

person putting money business finance

A Record — Menghubungkan domain langsung ke alamat IP

A Record adalah record DNS yang paling dasar. Ini memetakan nama domain ke alamat IPv4 (alamat yang terdiri dari 4 angka) secara langsung.

Contoh Penggunaan:

millionscode.com → 104.21.32.55

Kapan digunakan?

  • Saat menghubungkan domain ke VPS atau server dedicated
  • Saat menghubungkan root domain (example.com) ke server
  • Saat menentukan IP secara langsung tanpa menggunakan Cloudflare Pages

Cara Pengaturan di Cloudflare:

  1. 1Dasbor Cloudflare → DNS → Tambah Record
  2. 2Tipe: A
  3. 3Nama: @ (root domain) atau subdomain yang diinginkan
  4. 4Alamat IPv4: Masukkan IP server
  5. 5Status Proxy: Disarankan Proxied (awan oranye)
  6. 6TTL: Auto (dikelola otomatis saat Proxied)

CNAME Record — Mengatur domain sebagai alias untuk domain lain

CNAME adalah record alias yang mengalihkan satu domain ke domain lain. Ini menunjuk ke nama domain lain bukan alamat IP.

Contoh Penggunaan:

www.millionscode.com → millionscode.com
blog.millionscode.com → millionscode.pages.dev

Kapan digunakan?

  • Saat menghubungkan subdomain www ke root domain
  • Saat menghubungkan domain kustom ke PaaS seperti Cloudflare Pages, Vercel, Netlify
  • Saat menghubungkan subdomain ke layanan CDN

Aturan Penting: Anda tidak dapat menggunakan CNAME pada root domain (@) di DNS standar. Cloudflare mengatasi batasan ini dengan fitur CNAME Flattening.

MX Record — Menentukan server penerima email

MX (Mail Exchange) Record menentukan server email mana yang akan memproses email yang diterima oleh domain.

Contoh Penggunaan:

millionscode.com MX → mx1.emailprovider.com (prioritas: 10)
millionscode.com MX → mx2.emailprovider.com (prioritas: 20)

Angka prioritas yang lebih kecil akan digunakan terlebih dahulu. Jika server nomor 1 down, otomatis akan beralih ke server nomor 2.

TXT Record — Autentikasi dan pengaturan berbasis teks

TXT Record adalah record umum yang menambahkan informasi teks ke domain. Ini biasanya digunakan untuk autentikasi kepemilikan, SPF, DKIM.

Contoh Penggunaan:

  • Autentikasi Google Search Console: google-site-verification=XXXXX
  • Autentikasi Naver Search Advisor: naver-site-verification=XXXXX
  • Record SPF: Autentikasi server pengirim untuk mencegah spam email
  • DKIM: Tanda tangan digital untuk mencegah pemalsuan email

Praktis: Mengatur DNS di Cloudflare (Langkah demi Langkah)

Langkah 1: Mengubah Nameserver

Ubah nameserver di registrar tempat Anda membeli domain (seperti Gabia, Whois) ke Cloudflare.

Nameserver yang ada → Ganti dengan nameserver Cloudflare
ns1.cloudflare.com (contoh — bisa dicek di dasbor Cloudflare)
s2.cloudflare.com

Perubahan nameserver dapat memakan waktu hingga 24 jam untuk propagasi. Biasanya selesai dalam 1-2 jam.

Langkah 2: Menambahkan DNS Record

Tambahkan record yang diperlukan di dasbor Cloudflare. Anda dapat memeriksa status pengaturan DNS domain saat ini menggunakan alat DNS Lookup.

Langkah 3: Mengatur SSL/TLS

Atur Cloudflare → SSL/TLS → ke mode Full (Strict) agar HTTPS diterapkan secara otomatis. Tidak perlu membeli sertifikat SSL terpisah.

Panduan Pengaturan TTL

TTL (Time To Live) adalah waktu record DNS disimpan dalam cache.

Nilai TTLArtiSituasi yang Disarankan
300 detik (5 menit)Sangat pendekSebelum/sesudah perubahan DNS
3600 detik (1 jam)StandarStatus operasi umum
86400 detik (24 jam)PanjangStatus stabil tanpa rencana perubahan
AutoOtomatis CloudflareDisarankan untuk record Proxied

Tip: Jika Anda berencana untuk mengubah DNS, turunkan TTL ke 300 detik 24 jam sebelumnya. Perubahan akan segera dipropagasi.

Kesalahan Umum dan Solusinya

Kesalahan 1: www tidak terhubung

Ini terjadi jika hanya root domain (@) yang diatur dan CNAME www terlewat. Pastikan untuk menambahkan record CNAME www → @.

Kesalahan 2: Email tidak masuk

Kekurangan MX Record adalah penyebab paling umum. Ikuti panduan pengaturan MX Record dari penyedia layanan email dengan tepat.

Kesalahan 3: Kesalahan sertifikat SSL

Ini terjadi jika proxy Cloudflare (awan oranye) diaktifkan tetapi server asli tidak memiliki SSL. Ubah sementara mode SSL/TLS dari Full (Strict) ke Flexible, atau instal SSL di server asli.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q1. Haruskah saya menggunakan A Record atau CNAME?

A: Jika alamat IP server tetap, gunakan A Record. Jika terhubung ke PaaS (Vercel, CF Pages, dll.) atau jika IP bisa berubah, gunakan CNAME. Subdomain sebagian besar lebih nyaman menggunakan CNAME.

Q2. Setelah mengubah DNS, berapa lama saya harus menunggu?

A: Tergantung pada pengaturan TTL, tetapi biasanya antara 5 menit hingga 24 jam. Jika Anda menurunkan TTL ke 300 detik sebelumnya, propagasi akan terjadi dalam waktu 5 menit.

Q3. Apakah saya harus mengaktifkan Cloudflare Proxy (awan oranye)?

A: Tidak wajib, tetapi disarankan. Mengaktifkan Proxy memberikan manfaat seperti perlindungan DDoS, cache CDN, dan penerapan SSL otomatis.

Q4. Apakah saya bisa mengatur CNAME di root domain?

A: Tidak mungkin di DNS standar, tetapi Cloudflare memberikan efek CNAME di root domain melalui CNAME Flattening.

Q5. Apakah situs saya akan down jika saya mengatur DNS record dengan salah?

A: Ya. Jika A Record diubah ke IP yang salah atau jika target CNAME tidak ada, situs tidak akan dapat diakses. Pastikan untuk mencadangkan pengaturan yang ada dengan tangkapan layar sebelum melakukan perubahan.

Q6. Bagaimana cara memeriksa pengaturan DNS saat ini untuk domain saya?

A: Masukkan domain Anda di alat DNS Lookup untuk segera memeriksa record A/CNAME/MX/TXT saat ini.

💡 Wawasan Praktis

Blog lain mungkin berhenti pada generalisasi "A adalah IP, CNAME adalah alias", tetapi penyebab sebenarnya yang membuat situs down di praktiknya berbeda. Berdasarkan pengalaman saya mengoperasikan millionscode.com di Cloudflare Pages, titik kesalahan paling umum bagi pengguna Korea adalah mengubah nameserver di Gabia/Whois tetapi tidak diterapkan setelah 24 jam. Ini hampir 100% masalah cache di pihak registrar, dan untuk Gabia, rata-rata normal adalah 1-2 jam, dan jika ada penundaan lebih dari 6 jam, lebih cepat untuk menghubungi registrar secara langsung. Bagian kedua yang sering terlewat adalah ketika menghubungkan CNAME di root domain, semua kecuali Cloudflare CNAME Flattening melanggar standar DNS, dan metode bypass berbeda untuk setiap vendor seperti record Alias di AWS Route 53, ANAME di Vercel. Suatu ketika, saat beralih dari Cloudflare ke DNS lain, Flattening hilang dan root domain down selama 30 menit, tetapi karena saya telah menurunkan TTL ke 300 detik sebelumnya, pemulihan segera dapat dilakukan. Panduan umum tidak menyarankan perubahan TTL, tetapi dalam praktiknya, menurunkan TTL 24-48 jam sebelum perubahan DNS adalah prosedur wajib yang hampir seperti asuransi. Terakhir, jika Anda mengoperasikan situs di Korea, bot Naver lebih mempercayai autentikasi TXT dibandingkan meta tag, jadi pastikan untuk mendaftarkan Search Console dan Naver Search Advisor dengan metode TXT Record untuk mengurangi kemungkinan pengindeksan yang hilang.

🔧 Related Free Tools

Terkait